Dapatkan Lampu Barbershop (Barber Pole) Model Terkini, Terlengkap & Termurah Seluruh Indonesia hanya di website kami.......!!!
ALAMAT TOKO: Jl. Albaidho I No.29 RT.001 RW.06, Kel. Lubang Buaya, Kec. Cipayung, Jakarta Timur 13810. Telp.021-8779-2213
Info Terbaru
Jual barbagai model Lampu Barbershop (Barber Pole) dari Model Klasik sampai Model Terkini, dapatkan hanya di www.lampubarbershop.com
Silahkan kirim order anda ke alamat email kami: lampubarbershop@gmail.com
Dapatkan koleksi Lampu Barbershop (Barber Pole) terlengkap & termurah Seluruh Indonesia hanya di www.lampubarbershop.com

Sejarah Tiang Barbershop (Barber Pole) / Lampu Barber

Kategori ARTIKEL
Di lihat 4116 kali
Harga Rp (hubungi cs)

TIANG BARBERSHOP

Pernahkah Anda perhatikan tiang-tiang barbershop (barber pole)/Lampu Barber yang berwarna putih-biru-merah yang berputar seperti gambar diatas?(Mungkin di Indonesia jarang ya, tapi kalo di luar negeri pasti banyak). Yang menjadi pertanyaan kita mengapa warna nya harus seperti itu? Bukannya gunting dan sisir yang lebih pantas di gunakan sebagai trademark dari barber shop.. (betul gak?)

Ternyata warna-warna pada tiang barbershop tersebut memang memiliki artinya dan ada sejarahnya. Ceritanya seperti ini, pada zaman pertengahan bukan hanya rambut yang bisa dipotong di barbershop tapi juga melayani bedah/operasi, pencabutan gigi dan penyedotan darah dengan lintah (pada zaman itu lazim dilakukan penyedotan darah untuk pengobatan). Otoritas di negara Perancis membedakan hukum dan aturan untuk para ahli bedah profesional (dokter) dan tukang bedah amatiran (tukang bedah yang ada di barbershop) tetapi belakangan pada abad Ke-14 tukang bedah amatiran; sebutlah demikian diizinkan mendirikan serikat pekerja dan mereka juga diizinkan untuk mendalami ilmu bedah profesional di fakultas kedokteran Paris University. Ambroise Pare yang merupakan bapak ahli bedah modern yang juga ahli bedah Kerajaan Perancis berawal dari tukang bedah Barbershop.

Awal mula dari penggunaan tiang berwarna putih dengan warna merah dan biru yang berputar melilit adalah kebiasaan para tukang sedot darah yang menjemur perban bekas pakai yang berlumuran darah didepan klinik mereka lalu perban yang dijemur itu tertiup angin sehingga berputar melilit menimbulkan variasi warna merah putih, lama kelamaan kebiasaan itu menjadi trade mark di tiap klinik sekaligus juga merupakan pemberitahuan kepada khalayak kalau tempat itu klinik Barbershop.

Seiring dengan berjalannya waktu, pemandangan itu buat sebagian orang tampak menjijikkan, maka dibuatlah tiang putih yang di cat dengan warna merah dan biru sebagai pengganti perban yang digantung. Tiang warna putih menggambarkan perban, warna merah adalah aliran darah, sedangkan warna biru menggambarkan urat/pembuluh vena tempat darah disedot, bulatan diatas tiang menggambarkan baskom tempat penyimpanan lintah, sementara bulatan dibawah adalah baskom tempat menampung darah, tapi waktu itu modelnya masih statis/tidak berputar.

Pada tahun 1950 an di Amerika Serikat barulah Barber Pole itu mulai diproduksi secara masal dengan model lebih sempurna yaitu bisa berputar dan baskom yang diatas tiang diganti dengan bola, sementara pemakaiannya bukan lagi untuk klinik sedot darah tapi untuk tempat potong rambut saja. Antara rentang waktu 1950 – 1967 hanya dari satu perusahaan saja terjual sebanyak 50.000 buah tiang Barbershop ini, seiring dengan menjamurnya Barbershop di Amerika maka pada tahun 1996 penjualannya mencapai rata-rata 70.000 unit/perusahaan, namun setelah tahun 1996 penjualannya merosot tajam karena ada aturan pembatasan pemakaian tiang ini dengan alasan bisa memusingkan mata kalau terlalu banyak berjejer dipinggir jalan dan menganggu konsentrasi pengemudi.

(Js/js)

Keranjang>>